WE ARE FRIENDS, WE ARE FAMILY (1)
Ketika hidup di perantauan, mau tak mau membuat kita harus hidup terpisah jauh dari keluarga. Apalagi jika jarak antara tanah rantau dan kampung halaman relatif jauh, bisa dipastikan frekuensi untuk bertemu dengan keluarga dapat dihitung dengan jari.
Namun aku percaya, bahwa di tanah rantau, aku akan menemukan keluarga baru. Keluarga yang tercipta karena memiliki kesamaan nasib, yaitu sama-sama sebagai perantau. Bisa juga karena memiliki kesamaan daerah asal, maupun kesamaan almamater.
Alhamdulillah, selama di Jakarta, aku tidak pernah merasa sendiri karena ada mereka, keluargaku.
ki-ka : Novella, Ary, Novi
Mereka berdua, Novi dan Ary, adalah sahabat semasa kuliah, sama-sama alumni Statistika ITS, dan alhamdulillah kami dipertemukan kembali di Jakarta. Novi bekerja di Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan (tempat kerja yang dulunya aku idam-idamkan...hehehe) dan ditempatkan di Kantor Pusat Rawamangun. Sedangkan Ary bekerja di Kementerian Perdagangan, tepatnya di Bappebti yang berkantor di daerah Salemba. Minimal setiap bulan sekali, kami selalu menyempatkan untuk hangout bareng. Lalu setelah Novi dan menikah dan hamil, intensitas pertemuan kami sedikit berkurang. Ditambah kesibukan Ary yang dinas dan diklatnya super kencang. Meskipun begitu, alhamdulillah komunikasi via group Wh*ts*pp tetap lancar.
Novi, seorang abdi negara sekaligus abdi suami. Dialah yang pertama kali menikah di antara kami bertujuh* (*FYI, kami bertujuh itu adalah aku, Novi, Imanda, Ferdiana, Elfrida, Chintia, dan Ary Huda). Tipe perempuan cantik, cerdas, tangguh, mandiri, berjiwa pemimpin (mantan Kadep PSDM HIMASTA ITS bro...) namun kadang pendiriannya agak mudah berubah (hehehe...sorry mbak). Awal kedekatan kami bermula ketika hasil undian pembagian kelompok modul Pengantar Metode Statistika menyatukan NRP kami. Jadilah kami sering begadang tiap malam untuk menyelesaikan laporan sebelum akhirnya siap dicoret-coret oleh asistem praktikum kami. Suaminya, Mas Ardhi, Teknik Fisika ITS 2008, bekerja di Pamapersada penempatan Sangatta, Kalimantan Timur. Yap, mereka menjalin LDM alias Long Distance Marriage untuk sementara ini.
Ary, sang analis Bappebti dan sang pemimpi. Mimpinya ingin kuliah di luar negeri, tepatnya di USA (semoga mimpimu terwujud bro... ). Di awal perkuliahan, kami tidak terlalu dekat, tapi aku ingat banget, dia adalah tersangka utama yang sering TA alias Titip Absen ke aku saat mata kuliah Fisika Dasar di semester 1(dan yang bikin kesel, nilai Fisika Dasarnya melebihi nilaiku... hahaha). Tipe anak rajin, prestasinya seabrek, tapi kalau ditanya masalah arah mata angin atau letak suatu tempat, mending percayakan saja pada google maps daripada harus disesatkan oleh orang ini (hehehe, sorry bos... ).
ki-ka : Novella, Imanda, Ary, Novi
Sebenarnya, dulunya ada 1 personel yang sempet transit sebentar domisi Jakarta untuk training. Yap, Manda namanya. Mulai dekat sejak awal masuk kuliah. Berawal dari sering maen ke kosannya untuk belajar bareng. Cantik, cerdas, kocak, mandiri, berjiwa pemimpin ( ini dia, mantan Kadep Litbang HIMASTA ITS, atasan saya... ). Jiwa entrepreneurshipnya patut diacungi jempol. Anaknya rajin, kalau saat-saat injury time ngumpulin deadline tugas (hahaha.... Sorry maning mbak ). Sekarang dia bekerja di Bank Mandiri Cabang Makassar sebelum nanti dipindah ke Kendari.
Arisan Pantji Group
Arisan Pantji Group ... Begitulah kira-kira kami menyebutnya (Entah siapa yang punya ide pertama untuk mencetuskan nama ini, pokoknya dulu ada kepanjangannya dan aku lupa ). Berisi sekumpulan anak muda yang berasal dari almamater yang sama, yaitu SMA 1 Ponorogo 2009, dan bernasib sama, yaitu sama-sama bekerja di Jakarta. Beranggotakan 13 orang yang masing-masing kerja di tempat yang berbeda. Ada Rafika dan Defi yang bekerja di Kemendikbud. Ada Ayunanda, Arief, Fajar, dan Bangun yang bekerja di Dirjen Bea Cukai Kemenkeu. Ada Dayat yang bekerja di Astra Agro Lestari. Ada Yeni yang bekerja di ReIndo. Ada Putranto yang bekerja di BPPK Kemenkeu. Ada Ardya yang bekerja di Haliburton. Ada Egy yang bekerja di MPM Finance. Ada Yoyok yang bekerja di Bank Mandiri. Dulu ada Faros, yang sebelumnya bekerja di Lion Air, kini memilih keluar dan pindah kerja ke Pengadilan Negeri di Kalimantan Barat.
Statistika ITS 2009
Yang ini, adalah teman seperjuangan selama di kampus perjuangan. Yap, Statistika ITS 2009. Alhamdulillah, cukup banyak teman-teman angkatanku yang bekerja di Jakarta. Meskipun jarang, namun kami senantiasa berusaha menyempatkan diri untuk mempererat tali silaturrahim melalui acara kumpul bareng, buka puasa bersama salah satunya.
ki-ka : Novella, Aisyah
Last but not least, my dormitory-mate, Aisyah. Sesama di AP-I namun beda unit. Dia juga alumni kampus perjuangan, Jurusan Teknik Industri. Arek Suroboyo tulen. Cantik, hitam manis, cerdas, kritis, pekerja keras, berani, namun agak teledor anaknya ( aduh... sorry terus mbak, hahaha). Bahasa inggrisnya capciscus. Enak banget kalau diajak curhat dan sering memberikan solusi-solusi kece.
Jadi, kenapa harus takut merantau? Takut hidup sendiri? No no no! Insya Allah, akan ada pengganti dari kerabat atau kawan di perantauan.
Karena dengan merantau, kamu akan tahu kenapa kamu harus kembali pulang... :)


Komentar
Posting Komentar