Laki-laki Baik Itu...

Mungkin, dulu kita pernah bermimpi kalau laki-laki baik yang akan menjadi pendamping hidup nanti adalah laki-laki yang memiliki kesamaan hobi dan minat. Nantinya ketika sudah berumah tangga, kita bisa tenggelam dalam hobi yang sama secara bersama-sama. Atau, dengan menghabiskan waktu seharian, asyik ngalor-ngidul membahas hal-hal yang menjadi minat kita.

Mungkin, dulu kita pernah berharap kalau laki-laki baik yang menjadi imam untuk keluarga kecil kita adalah laki-laki yang tulisannya bisa dikutip dan dijadikan sebagai motivasi untuk menghadapi hidup yang kian lama kian keras (sedikit lebay....hehehe). 

Mungkin, dulu kita pernah menginginkan laki-laki baik yang akan bersama kita sampai maut memisahkan adalah laki-laki baik yang ceramahnya membuat kita manggut-manggut seakan mengamini apa yang diucapkannya.

Atau mungkin, dulu pernah berpendapat bahwa laki-laki baik yang akan mengucapkan ijab qabul di depan wali nikah dan penghulu nanti adalah seseorang yang senantiasa menuruti setiap keinginan kita dan siap siaga berada di samping kita saat kita butuh. 

Namun, yang harus kita tahu. Parameter laki-laki baik tidak ditentukan oleh asumsi-asumsi dan pikiran kita. Asumsi itu tidak bersifat mutlak kan?  

Bagaimana jika parameter lain dari laki-laki baik itu adalah seseorang yang tidak pernah membuat perempuan yang dia cintai menunggu? Atau seseorang yang memiliki keberanian untuk menemui orang tua kita dalam rangka berniat menghalalkan kita? Atau laki-laki yang memilih sabar mendengarkan setiap celoteh dan keluh kesah kita dibandingkan menceramahi? 

Masihkah kita menolak laki-laki itu? Masihkah kita berpegang teguh pada asumsi-asumsi lama kita mengenai parameter seorang laki-laki baik? 

Sekali lagi, asumsi itu tidak bersifat mutlak kan?


Teruntukmu, terima kasih telah menjadi laki-laki baik ...  :)



 

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer