2019... New Hope, New Home
Happy new year 2019...
Tak terasa tahun sudah berganti. Waktu melesat kian cepat. Padahal ada banyak hal-hal yang belum bisa terwujud dan diwujudkan di tahun sebelumnya. Ceritanya resolusi tahun 2018 yang belum terwujud dan akan dilanjutkan di tahun ini. Semangatsss!
Meskipun ada beberapa hal yang belum terwujud, alhamdulillah sebagian hal yang lainnya bisa tercapai di tahun 2018. Salah satunya adalah : memiliki rumah sendiri. Suatu hal yang harus saya syukuri karena merupakan wujud kasih sayang-Nya dalam bentuk rezeki yang dilimpahkan kepada saya.
Rumah saya berlokasi di Bekasi Utara, Kota Bekasi dengan ukuran mungil yakni 60 m2. Sebentar, mengapa harus Bekasi? Bukannya Bekasi terkenal dengan julukan "Planet Lain"? :D. Konon katanya juga Bekasi itu panas, Bekasi itu sedikit-sedikit macet, Bekasi itu jauh, de el el.
Sekilas penampakan rumah mungil dan masih dalam tahap isi-isi perabot, hehehe.
Beberapa hal yang membuat saya mengambil keputusan untuk mengambil rumah di Bekasi adalah :
1. Adanya akses KRL yang akan menjadi transportasi sehari-hari untuk pergi-pulang kantor.
2. Stasiun Bekasi merupakan salah satu stasiun yang disinggahi oleh kereta jarak jauh. Stasiun ini relatif dekat dari rumah, sekitar 3 km. Kalau misal saya mau pulang atau misal orang tua saya berkunjung ke rumah, kemudahan akses tersebut akan terasa. Selain itu, Terminal Bulak Kapal merupakan fasilitas yang bisa menjadi alternatif jika ingin menggunakan moda transportasi bis. Jaraknya? Nggak sampai 10 km dari rumah saya. Satu lagi, adanya Terminal Kayuringin yang berjarak sekitar 6 km dari rumah akan memudahkan suami saya dalam mengakses Damri ke Bandara. Maklum, masih pejuang LDR.
3. Adanya sepupu yang juga tinggal di kompleks perumahan yang sama. Seenggaknya, ada kerabat yang tinggal berdekatan saat di perantauan.
4. Relatif dekat dengan "peradaban Summarecon", butuh waktu lima menit dari rumah (kalau naik motor) dan saya akan menemukan mall beserta pelengkap di sekitarnya. Lumayan kan kalau lagi suntuk bisa mlipir ke sini.
5. Harganya masih terjangkau tabungan kami. Sebelum saya menikah, saya sudah punya cita-cita memiliki rumah tanpa KPR alias cash dan alhamdulillah ketika sudah menikah, suami sevisi dalam hal ini. Lho mengapa? Kalau kata Dilan, rindu itu berat. Kalau kata saya, bayar cicilan bunga KPR itu berat, saya nggak kuat :( . Lalu, gimana strategi untuk beli rumah cash? Jadi, semenjak awal kerja, saya mengharuskan diri menyisihkan pundi-pundi bulanan saya untuk tabungan rumah dan dana investasi lainnya di saat teman-teman yang lain menggunakan rupiahnya untuk asyik berkelana ke negeri orang. Insyaa Allah masih bisa sih kalau mau diagendakan go overseas karena dana liburan juga sebenarnya ada. Akan tetapi, hidup memang soal prioritas :).
Yang nggak kalah penting, perbanyaklah doa bagi yang punya hajat mau beli rumah. Kalau kata Ustadz Yusuf Mansur, banyakin doa dan sholawat, insyaa Allah diijabah. Aamiin3x.
Generasi milenial punya rumah? Bisa! ;)
Meskipun ada beberapa hal yang belum terwujud, alhamdulillah sebagian hal yang lainnya bisa tercapai di tahun 2018. Salah satunya adalah : memiliki rumah sendiri. Suatu hal yang harus saya syukuri karena merupakan wujud kasih sayang-Nya dalam bentuk rezeki yang dilimpahkan kepada saya.
Rumah saya berlokasi di Bekasi Utara, Kota Bekasi dengan ukuran mungil yakni 60 m2. Sebentar, mengapa harus Bekasi? Bukannya Bekasi terkenal dengan julukan "Planet Lain"? :D. Konon katanya juga Bekasi itu panas, Bekasi itu sedikit-sedikit macet, Bekasi itu jauh, de el el.
Sekilas penampakan rumah mungil dan masih dalam tahap isi-isi perabot, hehehe.
Beberapa hal yang membuat saya mengambil keputusan untuk mengambil rumah di Bekasi adalah :
1. Adanya akses KRL yang akan menjadi transportasi sehari-hari untuk pergi-pulang kantor.
2. Stasiun Bekasi merupakan salah satu stasiun yang disinggahi oleh kereta jarak jauh. Stasiun ini relatif dekat dari rumah, sekitar 3 km. Kalau misal saya mau pulang atau misal orang tua saya berkunjung ke rumah, kemudahan akses tersebut akan terasa. Selain itu, Terminal Bulak Kapal merupakan fasilitas yang bisa menjadi alternatif jika ingin menggunakan moda transportasi bis. Jaraknya? Nggak sampai 10 km dari rumah saya. Satu lagi, adanya Terminal Kayuringin yang berjarak sekitar 6 km dari rumah akan memudahkan suami saya dalam mengakses Damri ke Bandara. Maklum, masih pejuang LDR.
3. Adanya sepupu yang juga tinggal di kompleks perumahan yang sama. Seenggaknya, ada kerabat yang tinggal berdekatan saat di perantauan.
4. Relatif dekat dengan "peradaban Summarecon", butuh waktu lima menit dari rumah (kalau naik motor) dan saya akan menemukan mall beserta pelengkap di sekitarnya. Lumayan kan kalau lagi suntuk bisa mlipir ke sini.
5. Harganya masih terjangkau tabungan kami. Sebelum saya menikah, saya sudah punya cita-cita memiliki rumah tanpa KPR alias cash dan alhamdulillah ketika sudah menikah, suami sevisi dalam hal ini. Lho mengapa? Kalau kata Dilan, rindu itu berat. Kalau kata saya, bayar cicilan bunga KPR itu berat, saya nggak kuat :( . Lalu, gimana strategi untuk beli rumah cash? Jadi, semenjak awal kerja, saya mengharuskan diri menyisihkan pundi-pundi bulanan saya untuk tabungan rumah dan dana investasi lainnya di saat teman-teman yang lain menggunakan rupiahnya untuk asyik berkelana ke negeri orang. Insyaa Allah masih bisa sih kalau mau diagendakan go overseas karena dana liburan juga sebenarnya ada. Akan tetapi, hidup memang soal prioritas :).
Yang nggak kalah penting, perbanyaklah doa bagi yang punya hajat mau beli rumah. Kalau kata Ustadz Yusuf Mansur, banyakin doa dan sholawat, insyaa Allah diijabah. Aamiin3x.
Generasi milenial punya rumah? Bisa! ;)

Packers and Movers Indore
BalasHapusPackers and Movers A B Road Indore
Packers and Movers Kanadia Road Indore
Packers and Movers Silicon City Indore
Packers and Movers Vijay Nagar Indore
Packers and Movers Mahalaxmi Nagar Indore
Packers and Movers Rajendra Nagar Indore
Packers and Movers Sudama Nagar Indore
Packers and Movers Apollo DB City Indore
Packers and Movers Bicholi Mardana Indore